Anggur Merah Minuman untuk Memperlancar Ngomong Inggris

Anggur Merah Minuman yang Bikin Lancar Ngomong Inggris?

KAMPUNG INGGRIS – Sebagai manusia yang menikmati proses kehidupan, ketika sebagian orang dirundung masalah, alih-alih beribadah dan meminta pertolongan kepada Tuhan, malah mencari jalan pintas dengan mengonsumsi alkohol untuk menenangkan pikiran (ya semua itu tergantung orangnya masing-masing sih) tapi sangat disayangkan sekali kalau hanya untuk alasan seperti itu saja, padahal dengan mengonsumsi alkohol juga bisa membantu kita mempelajari bahasa asing lebih baik loh. Eit, tunggu dulu, jangan langsung emosi gitu dong, saya memaparkan hal tersebut bukan asal-asalan tapi berdasarkan penelitian loh gengs. Piss!

Sebuah penelitian yang diterbitkan (pada tahun 2017) dalam Journal of Psycho-Pharmacology, yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Liverpool, Maastricht University, dan King’s College London menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bahasa asing mereka lebih baik setelah mengonsumsi alkohol. Nah, ini mungkin tampak bertentangan dengan keyakinan umum bahwa alkohol mengganggu fungsi kognitif dan motorik, yang meliputi kemampuan untuk mengingat dan memperhatikan. Mengingat bahwa fungsi ini penting untuk kemampuan berbicara bahasa asing, kita mungkin berpikir bahwa alkohol (pada waktunya) akan mengganggu kemampuan untuk berbicara bahasa asing. Di sisi lain, alkohol dianggap untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi kecemasan sosial, dan menurunkan penghambatan yang membuat lebih mudah untuk mengatasi kegugupan dan keraguan saat berkomunikasi dengan orang lain.

Baca Juga:  Kampung Inggris Bercerita #1

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penelitian ini benar atau tidak. Penelitian ini melibatkan 50 penutur asli Jerman yang belajar bahasa Belanda di universitas Belanda (Maastricht). Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama yaitu kelompok eksperimental yang mengonsumsi alkohol dan kelompok kedua adalah kelompok kontrol yang mengonsumsi minuman non-alkohol. Mereka (kelompok kontrol) kemudian diminta untuk terlibat dalam percakapan selama 2 menit dengan kelompok eksperimental dalam bahasa Belanda.

Percakapan tersebut kemudian direkam dan dinilai oleh penutur asli Belanda yang tidak menyadari pembicara mana yang telah mengonsumsi alkohol dan tidak. Para peserta juga diminta untuk menilai sendiri kinerja mereka berdasarkan bagaimana mereka dianggap fasih atau tidak berbicara bahasa Belanda.

Ternyata hasilnya ialah bahwa mengonsumsi alkohol memiliki efek positif yang bisa membuat orang lebih percaya diri saat mereka berbicara bahasa asing daripada orang yang tidak mengonsumsi alkohol. Dan selama penelitian tersebut dilakukan, para penutur asli bahasa Belanda pun mengamati dan menilai kinerja mereka. Secara keseluruhan, penutur asli bahasa Belanda memberi nilai lebih bagus kepada kelompok eksperimental karena memiliki kefasihan yang lebih baik, khususnya penilaian dalam pelafalan, daripada kelompok kontrol.

Baca Juga:  Gundala Tak Perlu Keminggris Untuk Jadi Pahlawan Super

Jadi bagaimana? mau coba apa tidak? wkwkwkwk, semua sih tergantung yakin apa gak, kalau gak yakin, ya gak usah coba-coba. Kalau pun mau coba, jangan asal main sikat aja, minimal minumnya dengan takaran tertentu. Karena takaran alkohol yang dikonsumsi dalam penelitian ini cukup rendah, tidak berlebihan, yang penting bikin pewe aja dan gak mungkin juga dong tambah satu pitcher lagi, malah jadi ketagihan nantinya, hadeeeh. Karena apa pun yang berlebihan itu tidak baik, apalagi berlebihan dalam falling in love with people we can’t have, ajoooor yu Jum…