Kampung Inggris Mencetak Alumni Yang Hanya Jago Kandang

Kampung Inggris Mencetak Alumni Yang Hanya Jago Kandang?

KAMPUNG INGGRIS – Kampung Inggris Pare mungkin terlihat biasa dibandingkan lembaga kursus populer lainnya. Tapi justru dibalik hal biasa tersebut ada kelebihan kursusan Kampung Inggris Pare yang tidak bisa dimiliki lembaga kursus mana pun, yaitu lingkungan. Lingkungan Kampung Inggris Pare yang terbentuk sangat mendukung bagi para pelajar yang ingin menguasai bahasa Inggris, adanya faktor iklim pembelajaran yang ada di lingkungan Kampung Inggris Pare membuat para pelajar lebih efektif mempraktikkannya.

Mempelajari bahasa Inggris tidak cukup dengan memahami teori saja, idealnya diaplikasikan juga, tanpa pengaplikasian tidak mungkin menguasai bahasa Inggris dengan lancar dan benar. Semakin sering bahasa Inggris diaplikasikan, semakin menguasainya. Maka dari itu, alangkah baiknya belajar bahasa Inggris di lingkungan yang atmosphere-nya mendukung, seperti yang ada di  Kampung Inggris Pare.

Di Indonesia, tempat yang sangat mendukung untuk belajar bahasa Inggris adalah Kampung Inggris Pare. Bukan karena namanya yang sedang naik daun, akan tetapi alasan faktor lingkungan, yang memang faktor tersebut sudah ada di Kampung Inggris Pare, seperti strategi pembelajaran berbasis camp, punishment and reward dan strategi lain yang sudah berlaku di Kampung Inggris Pare.

Bicara tentang bahasa Inggris, saya yakin sudah tidak asing lagi di telinga, bahwa bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka pintu dunia Internasional, karena bahasa Inggris adalah bahasa yang menjadi acuan dunia agar pesan yang disampaikan menggaung ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, tak jarang pula yang mempelajari untuk menguasai bahasa Inggris, entah hanya sekadar bertujuan untuk berkomunikasi ataupun membuat karya agar dikenal banyak orang.

Baca Juga:  5 Akhir Kisah Cinta yang Terjadi di Kampung Inggris

———

Teringat beberapa bulan yang lalu ketika British Council berkolaborasi dengan FKB (Forum Kampung Bahasa) — forum/organisasi yang menaungi lembaga-lembaga kursus di Kampung Inggris Pare — mengadakan seminar yang berjudul Developing Interactive Learning Materials di Kampung Inggris Pare. Dalam seminar tersebut pembicara menjelaskan materi tentang Lesson Plan dan Peer Teaching, menurut beliau meskipun di lembaga informal, sebagai pengajar tidak bisa asal-asalan mengajar dan perlu adanya persiapan yang matang.

Sesi pembahasan materi pun ditutup, lalu dibuka lah sesi tanya-jawab, sebelum para peserta yang didominasi dari civitas akademi Kampung Inggris Pare bertanya, beliau mengajukan pertanyaan, tidak lama kemudian Mom Itje — pengisi seminar — bertanya, “Apa tujuan kalian mengajar?”, Sontak saya kaget dan gemetar, banyak peserta juga menjawab, karena pertanyaan tersebut selalu ada dalam pikiran saya ketika mengajar, dengan sedikit keberanian saya menjawab, “Bahwa tujuan mengajar itu bukan membuat murid menjadi cerdas tapi agar mereka — para murid — terbiasa belajar di mana pun tempatnya.”

Setelah beliau mendengarkan jawaban dari saya, lalu beliau bercerita tentang temannya yang mengeluhkan kemampuan bahasa Inggris anaknya setelah belajar di Kampung Inggris Pare, anak tersebut lancar berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan orang tuanya ketika masih berada di Kampung Inggris Pare, akan tetapi sesampainya dia di rumah, lama kelamaan bahasa Inggris-nya memudar. Menurut beliau bahwa mengajar bukan sekedar membuat murid bisa memahami pelajaran saja tapi juga mengajarkan bagaimana para murid bisa terus belajar di mana pun mereka berada, tidak hanya terpaku ketika berada di Kampung Inggris saja misalnya.

Baca Juga:  5 Hal yang Bakal Buat Kamu Rindu Kampung Inggris

Bukan hanya bercerita dan menjelaskan panjang lebar selama presentasi di Kampung Inggris Pare beliau juga memberikan contoh bagaimana kita mengajarkan murid agar terbiasa belajar, ketika mengajar, jangan pernah menjawab pertanyaan murid yang sifatnya hanya bertanya tentang terjemahan karena mereka akan terbiasa bertanya tentang hal itu, semakin mereka sering bertanya maka semakin membuat mereka terbiasa menggantungkan hal itu terhadap gurunya.

Lalu solusinya, kita — sebagai pengajar — mengajarkan mereka agar selalu membuka kamus dan mencari terjemahannya di dalam kamus agar murid bergantungan pada kamus, ketika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, maka tidak diragukan lagi di mana pun tempatnya (tidak terpaku di Kampung Inggris Pare saja) mereka akan selalu berkembang dalam hal belajar.

Sepulang dari seminar, saya sadar bahwa cara mengajar saya masih banyak yang perlu diperbaiki. Cara bagaimana ketika saya mengajar agar menyenangkan, membuat murid di dalam kelas selalu semangat, dan membuat mereka — para murid — tidak mudah melupakan apa yang sudah mereka pelajari ketika kursus di Kampung Inggris Pare.

Betapa keras saya memikirkan hal tersebut dan mencari solusinya, sampai suatu ketika seorang teman dari Jakarta bertemu saya dan menanyakan cara bagaimana belajar bahasa Inggris dengan mudah. Tanpa basa-basi saya menjawab, “Belajar bahasa Inggris tidak perlu pintar yang terpenting adalah ketekunan, belajar bahasa Inggris tidak cukup hanya satu bulan, dua bulan bahkan satu tahun, belajar bahasa Inggris membutuhkan waktu seumur hidup.”