Keuntungan Kampung Inggris Tidak Jadi Ibu Kota

Keuntungan Kampung Inggris Tidak Jadi Ibu Kota

KAMPUNG INGGRIS – Indonesia akan memiliki ibu kota baru di Pulau Kalimantan, tepatnya di wilayah Kalimantan Timur. Padahal menjadi ibu kota sebuah negara besar tidaklah gampang. Salah satu konsekuensi sebagai ibu kota adalah harus siap menerima risiko untuk menjadi jujugan — tempat atau sesuatu yang dituju — seluruh keluhan dari penjuru negeri. Apa pun keluhannya, pasti ujung muaranya berada di ibu kota.

Mulai dari kemacetan lalu lintas, banjir, pengangguran, kemiskinan hingga kandasnya kisah asmara pun bisa-bisa dikaitkan dengan ibu kota. Itu seperti pengalaman dari teman saya yang katanya dulu pernah putus cinta karena konon pacarnya larut dalam pergaulan ibu kota. Tuh kan, lagi-lagi ibu kota dianggap sebagai kambing hitam. Padahal berakhirnya kisah asmara sejatinya tidak pernah memandang lokasi, buktinya di Kampung Inggris masih banyak penghuninya yang galau akibat cinta periode, kisah cinta yang berdurasi hanya semasa belajar di Kampung Inggris Pare.

Tantangan Ibu Kota di negara mana pun kemungkinan besar mirip antara satu sama lain yaitu harus menjadi pusat pemerintahan, pusat administrasi, pusat perbelanjaan dan pusat-pusat lainnya. Hal ini dianggap wajar, namanya juga ibu kota. Harus terlihat memiliki kesibukan yang padat agar memiliki citra yang sangat produktif sehingga orang-orang yang di desa bisa terkesan dan tertarik untuk ikut merasakan tinggal di ibu kota. Alhasil, ibu kota menjadi penuh dan sesak dengan harapan-harapan yang akhirnya malah menyerupai panggung adu nasib. Lebih uniknya lagi, banyak provinsi di Indonesia malah menginginkan menjadi ibu kota menggantikan Jakarta.

Terlepas munculnya banyak perdebatan mengenai wacana tersebut, saya malah bersyukur jika Kampung Inggris tidak masuk radar pilihan menjadi ibu kota yang baru. Meskipun itu juga hal yang mustahil, namun saya justru memiliki beberapa alasan tentang apa saja keuntungannya jika Kampung Inggris tidak jadi ibu kota? berikut diantaranya:

1. Tidak Macet

Kemacetan di Jakarta memang seringkali muncul dengan diikuti kerugian materi yang ditimbulkan dan, di setiap tahunnya, akan semakin terus meningkat. Kondisinya pun, katanya, terindikasi kuat bakal semakin parah pada masa mendatang. Dengan kondisi tersebut, ancaman terjadinya penurunan kualitas kehidupan di perkotaan agaknya memang perlu diragukan.

Baca Juga:  5 Hal yang Bakal Buat Kamu Rindu Kampung Inggris

Waktu lebih lama dihabiskan di jalan dari pada harus melakukan kegiatan lebih produktif. Seakan-akan tidak bisa menikmati hidup, penduduk ibu Kka juga harus berjibaku dengan semakin sempitnya ruang tinggal. Belum lagi dari dampak polusi yang diakibatkan menambah resiko terjangkitnya berbagai macam penyakit. Sudah terancam penyakit jasmani,  kesehatan mental pun juga turut terkena imbas. Cepat atau lambat, tanpa tata kelola yang baik, kemacetan akan selalu menghantui ibu kota di manapun berada.

Kalau sudah begini, Kampung Inggris cukup beruntung untuk tidak mengalaminya. Kalaupun ada kemacetan yang terjadi, bisa jadi itu sebuah pertanda yang baik karena banyaknya siswa berdatangan. Jalan menjadi padat karena hilir mudik sepeda yang memenuhi jalan,&nbsp;<em>literally</em>&nbsp;sepeda kayuh, tanpa bahan bakar serta menyehatkan.

2. Literally Kampung

Kampung Inggris tersohor dengan lingkungan belajar yang memiliki suasana pedesaan dan segala kesederhanaannya. Apabila harus menjadi ibu kota yang disertai dengan segala macam kerumitannya, sisi mana lagi yang bisa disebut dengan pedesaan dan kesederhanaan?

Kampung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna yang sama dengan desa yaitu wilayah di luar perkotaan yang memiliki sistem pemerintahan sendiri dan ditunjang dengan tradisi serta kebiasaan masyarakat setempat. Artinya, sama seperti di desa lainnya, di dalam Kampung Inggris masih menjunjung tinggi tradisi bergotong-royong.

Lagi pula, pintu awal sebelum mewujudkan gotong-royong adalah komunikasi intensif antar tetangga, hal yang sulit dilakukan oleh masyarakat perkotaan yang notabene lebih banyak menghabiskan kesehariannya pada sektor industri. Sesuai dengan istilah ‘kampung’ yang melekat dengannya, Kampung Inggris bisa dikategorikan ke dalam wilayah yang cukup terjangkau secara ekonomis, terutama pada sektor pangan. Masih banyak makanan dengan harga terjangkau bisa didapatkan di sini. Mungkin karena di sekeliling Kampung Inggris Pare masih melimpah sektor pertanian yang masih optimal, jadi urusan ketahanan pangan tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Banyak orang yang justru memilih untuk tinggal di kota besar karena ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi atau kemudahan untuk mendapatkan berbagai hal. Sayangnya, berbagai keuntungan ini ternyata membuat mereka tidak bahagia jika dibandingkan dengan tinggal di kampung. Dari sini bisa dikatakan pula bahwa tinggal di Kampung Inggris berarti juga memperbesar peluang untuk hidup lebih berbahagia.

Baca Juga:  Perlombaan 17 Agustus di Kampung Inggris
3. Daerah Khusus bukan Ibu Kota

Biasanya penyebutan kata ‘khusus’ yang dilekatkan pada sebuah nama daerah dikarenakan status atau kondisi wilayah tersebut. Jakarta mendapat sebutan ini karena memang statusnya sebagai ibu kota, tapi Kampung Inggris menjadi daerah khusus karena keunikannya sebagai tempat belajar bahasa asing yang paling mengasyikkan. Dibilang demikian karena mempunyai lingkungan yang sangat kondusif untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Contoh sederhananya; kegiatan pembelajaran di Kampung Inggris dimulai seusai salat subuh hingga jam 10 malam dan semua elemen masyarakat sudah terbiasa dengan hal itu. Jadi, ketika orang datang ke Kampung Inggris, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan pola yang ada. Lah wong Kampung Inggris Pare itu tempatnya orang belajar.

Awalnya bahasa Inggris mendominasi di sini, namun seiring berkembangnya jaman, kini mulai banyak bahasa-bahasa asing lainnya seperti Arab, Jerman, Prancis, Mandarin, Jepang hingga bahasa Jawa Kuno pun bisa dipelajari di tempat ini. Kampung Inggris adalah daerah khusus belajar bahasa asing yang sudah teruji selama puluhan tahun, barangkali satu-satunya di Indonesia karena banyak daerah lain yang berusaha meng-copas, hingga kini pun masih belum bisa dibilang berhasil. Kalaupun ada, itu hanya ulah segelintir kelompok atau orang-orang tertentu yang menumpang kepopuleran Kampung Inggris.

***

Keinginan pemerintah tentang pemindahan ibu kota pastinya sudah dipertimbangkan dengan beberapa kajian yang mendalam. Lagi pula, beberapa permasalahan di ibu kota juga bisa saja dialami oleh daerah mana pun, tak terkecuali Kampung Inggris. Namun yang membedakan mungkin skala kualitas dan kuantitasnya. Kampung Inggris Pare dengan segala macam keunikannya tetap semangat berjuang mencerdaskan bangsa melalui peningkatan kemampuan berbahasa asing, diharapkan bisa mencetak para anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan serta tekad kuat untuk menghadapi tantangan di masa mendatang, termasuk permasalahan yang dihadapi ibu kota kelak.